Prodi S2 PGMI Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Melakukan Kaji Terap dan External Benchmarking ke Prodi S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pekalongan, 28 Mei 2024 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan pengelolaan program studi unggulan, Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan mengadakan kegiatan kaji terap (external benchmarking) ke Program Studi S2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Senin, 27 Mei 2024.
Continue reading “Prodi S2 PGMI Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Melakukan Kaji Terap dan External Benchmarking ke Prodi S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”

ICIS 2024 di Pekalongan Hadirkan Peneliti Internasional, Nasrudin Yusuf Raih Penghargaan Best Paper dan Marlina Raih Best Presentation

Pekalongan, 20 Mei 2024 –Program Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Konferensi Internasional Studi Islam (ICIS) ke-7 di Hotel Santika Pekalongan pada 18-19 Mei 2024. Konferensi ini menghadirkan peneliti dan akademisi dari berbagai negara baik secara luring maupun daring, dengan tema “Integrating Technology, Science, and Religion for Humanity, Peace, and Sustainable Living”. Rektor UIN Gus Dur, Prof Dr Zaenal Mustakim, menekankan pentingnya menyatukan pengetahuan, keyakinan, dan inovasi untuk menghadapi perubahan dunia dan mencapai perdamaian serta keberlanjutan. Continue reading “ICIS 2024 di Pekalongan Hadirkan Peneliti Internasional, Nasrudin Yusuf Raih Penghargaan Best Paper dan Marlina Raih Best Presentation”

Asesmen Lapangan Pascasarjana UIN Gusdur untuk Prodi Doktor Ilmu Syariah: Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi

Pekalongan (17/02) – Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan resmi melakukan asesmen lapangan untuk membuka Program Doktor baru dalam bidang Ilmu Syariah. Assesmen dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli di bidang tersebut yang semakin meningkat.
Continue reading “Asesmen Lapangan Pascasarjana UIN Gusdur untuk Prodi Doktor Ilmu Syariah: Menuju Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi”

Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana Menjadi Pembahas pada Annual International Conference on Islam Studies (AICIS) Ke 23

Semarang (04/02)-Direktur dan wakil direktur pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. dan Prof. Dr. Hj. Susminingsih, M.Ag. hadir sebagai pembahas pada acara konferensi Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke 23. Makalah berjudul “Women’s Rights: A Cross Cultural Perspective”, di bahas oleh Prof. Ade. Materi ini membahas Minimum Marriage Age for Women: Perspectives From Health Law and Saddu Al-Dzari’ah, Kontroversi Hijab di Iran: Perubahan Sosial dan Tantangan Feminisme, Peran Stake Holder dalam Mengatasi Perkawinan Anak di Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, dan A Continuum of Struggle: The Role of Sudanese Women for Peace in The 2023 Sudan War.

Sedangkan Prof. Dr. Hj. Susminingsih, M.Ag. membahas makalah yang berjudul Islamic Diplomacy: Towards Peace and Equality in Israel Palestine Conflict. Dari tema tersebut beberapa judul yang dibahas diantaranya; Dar Ut Taawun: Metateorikal Baru Hubungan Internasional Islam untuk Membangun Perdamaian Israel Palestina, Harmony in Diplomacy: Investigating Equality, Humanitarian Crisis, and Justice Between Palestine-Israel Communication in Bibliometric Analysis, The Effectiveness of Zakat Assistance Program in Improving Humanity inPalestine: Implementation and Impact of Humanitarian Programs, dan Boycotting Israeli Products in a Humanitarian Crisis: Perspectives on Islamic Law, Humanity and Economics.

Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke 23 ini mengusung tema Redefining Roles of Religion in Adressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues. Konferensi para akademisi bidang studi Islam ini diselenggarakan dari tanggal 1- 4 Februari 2024 di UIN Walisongo Semarang.

Konferensi ini menjadi ajang yang sangat penting untuk para akademisi dan praktisi Islam untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan studi Islam global.

Kehadiran direktur dan wakil direktur UIN Gus Dur  sebagai pembahas di Gelaran AICIS ke 23 tahun 2024, menegaskan komitmen UIN Gus Dur  Pekalongan untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam forum-forum akademik yang bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang Islam dan memajukan pengetahuan keislaman di tingkat global.

Reporter : Bambang Sri H.
Editor: Humas Pascasarjana UIN Gusdur

Gus Dur dalam Lensa Ilmu: Studium General Pascasarjana, Membumikan Hukum Islam di Indonesia

Pekalongan (31/01)- Kampus Pascasarjana Universitas Islam Negeri UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar acara Studium General yang bertema “Aktualisasi Pemikiran Gus Dur dalam Upaya Membumikan Hukum Islam di Indonesia.” Acara ini berhasil menyedot perhatian mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum yang antusias untuk memahami warisan intelektual dari tokoh inspiratif, Gus Dur.

Studium General merupakan bagian dari upaya kampus untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam terkait pemikiran dan pandangan hidup yang ditinggalkan oleh salah satu tokoh besar Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur. Tema kali ini secara khusus menyoroti bagaimana pemikiran Gus Dur dapat diaktualisasikan dalam konteks membumikan hukum Islam di Indonesia, sesuai dengan visi Pascasarjana UIN Gusdur yang mengedepankan Kemanusiaan berlandaskan Budaya Bangsa dalam pengembangan keilmuan Islam.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Direktur Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag. yang menyampaikan pentingnya memahami dan mengaplikasikan pemikiran Gus Dur dalam konteks kekinian. Beliau menekankan perlunya menggali nilai-nilai keislaman yang menghargai keragaman dan mempromosikan keadilan sosial, terutama dalam ranah hukum.

Pemateri utama Studium General ini adalah Prof Dr. Khamami Zada, M.A. guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di bidang Ilmu Fikih Siyasah yang merupakan seorang cendekiawan Islam yang telah melakukan kajian tentang kontribusi Gus Dur dalam bidang hukum Islam. Dalam paparannya, beliau menguraikan prinsip-prinsip inti yang dapat diambil dari pemikiran Gus Dur untuk memperkaya pemahaman kita tentang hukum Islam yang inklusif dan kontekstual.

Selain sesi presentasi, acara juga menampilkan panel diskusi yang melibatkan beberapa akademisi, dosen, mahasiswa dan praktisi hukum Islam. Mereka membahas relevansi dan tantangan dalam menerapkan pemikiran Gus Dur dalam konteks perkembangan hukum Islam di Indonesia, terutama di era modern ini.

Partisipasi aktif dari mahasiswa juga menjadi sorotan utama, menunjukkan ketertarikan mereka terhadap konsep hukum Islam yang lebih inklusif dan humanis. Acara ditutup dengan harapan bahwa pemikiran Gus Dur akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menerapkan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan persatuan dalam membangun sistem hukum Islam yang bermartabat di Indonesia. Studium General ini merupakan langkah positif dalam menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme dan keberagaman, sambil meresapi warisan kearifan lokal yang diwariskan oleh tokoh besar seperti Gus Dur.

Reporter : Bambang Sri H.
Editor: Humas Pascasarjana UIN Gusdur